You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Pasirlangu
Logo Desa Pasirlangu
Desa Pasirlangu

Kec. Pakenjeng, Kab. Garut, Provinsi Jawa Barat

Website Resmi Desa Pasirlangu Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut, sebagai sarana Informasi, Transparansi dan Komunikasi Pelayanan bagi Masyarakat

Pembetulan Desil: Ikhtiar Pasirlangu Mengembalikan Hak Warga yang Berhak

Rian Sutarsa 12 Desember 2025 Dibaca 319 Kali
Pembetulan Desil: Ikhtiar Pasirlangu Mengembalikan Hak Warga yang Berhak

Di sebuah sudut kampung di Desa Pasirlangu, berdiri sebuah rumah kecil yang usianya hampir sama dengan pemiliknya. Seorang lansia tinggal di dalamnya, menjalani hari-hari dengan kesabaran dan bantuan dari tetangga sekitar. Penghasilannya sudah tidak ada, aset pun tidak punya, dan seluruh kebutuhan hidupnya bergantung pada uluran tangan orang-orang baik di sekelilingnya.

Namun ketika pemeringkatan desil diumumkan, namanya justru tercatat di kelompok desil tinggi—kategori yang secara sistem dianggap “mampu”. Bukan satu atau dua orang yang mengalami hal serupa. Di berbagai RW, ada keluarga rentan yang seharusnya menjadi prioritas penerima bantuan, tetapi nyatanya tercantum pada desil 6 hingga 10. Sementara itu, sekitar ±500 KPM di Pasirlangu juga kehilangan hak bantuan sosial akibat ketidaktepatan data.

Inilah kenyataan yang membuat Pemerintah Desa Pasirlangu mengambil langkah serius. Bukan untuk menyalahkan siapa pun, tetapi untuk memperjuangkan kembali hak-hak warga yang masih layak menerima bantuan, sesuai kondisi lapangan.

Pada hari Jumat, 5 Desember 2025, desa menggelar BIMTEK Aplikasi SINDEN Sesi 2 dan Musyawarah Desa Verifikasi & Validasi (Musdes Verivali). Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk melihat persoalan desil secara jernih dan mencari solusi nyata. Kepala Desa menegaskan bahwa Pasirlangu tidak boleh membiarkan ketidaktepatan data menjadi penghalang warga miskin memperoleh haknya.

Karena itu, desa menggerakkan kekuatan terbesar yang dimilikinya: gotong royong warganya sendiri.
Sebanyak 24 petugas entri RW/RT dari unsur RW, RT, kader, hingga tokoh pemuda/i diangkat sebagai garda depan pendataan. Mereka mendatangi rumah demi rumah, memotret kondisi bangunan, mencatat aset, menuliskan jumlah anggota keluarga, hingga mengambil geotagging untuk memastikan data akurat.

Tidak hanya mendata, mereka membawa harapan.
Harapan bahwa setiap data yang dikumpulkan akan menghapus ketidakadilan yang selama ini dirasakan sebagian warga.

Semua hasil pendataan mereka masuk ke Pengisi Data Desa—seseorang yang setiap hari menjadi tulang punggung administrasi kesejahteraan sosial Pasirlangu. Dengan bantuan Aplikasi SINDEN, data itu diperiksa, disempurnakan, dan dikirim ulang ke sistem nasional (SIKS-NG). Aplikasi SINDEN bukan sekadar alat bantu, tetapi wujud komitmen desa untuk memastikan bahwa teknologi hadir untuk mempermudah desa, bukan membingungkannya.

Pendekatan berbasis data seperti ini bukan hal baru bagi Pasirlangu. Sejak 2021, desa telah konsisten memperbarui DTKS dan memelihara ketepatan data dengan melibatkan petugas entri di setiap pembaruan. Tradisi ini yang menjadikan desa optimis: pembetulan desil kali ini pun dapat berjalan baik dan berpihak pada masyarakat.

Kini, setelah rangkaian pendataan ulang dan verifikasi dilakukan, harapan itu semakin nyata.
Harapan bahwa warga lansia yang hidup sendiri, keluarga yang tidak memiliki penghasilan tetap, dan masyarakat rentan lainnya dapat kembali ke posisi yang semestinya dalam daftar penerima bantuan.

Pasirlangu ingin memastikan satu hal:
tidak ada warga yang berhak, tetapi terabaikan hanya karena ketidaktepatan data.

Di tengah perubahan kebijakan nasional dan tantangan pemeringkatan desil, Pasirlangu memilih jalan yang tidak semua desa berani tempuh:
jalan turun langsung ke lapangan, mendengar, mencatat, membuktikan, dan memperbaiki.

Karena bagi Pasirlangu, kesejahteraan bukan sekadar angka dalam tabel.
Ia adalah wajah-wajah warga yang harus diperjuangkan.
Ia adalah amanah yang harus dijaga.
Dan ia adalah alasan mengapa data harus selalu mendekati kenyataan, bukan sebaliknya.

Bagikan Artikel Ini

"Desa pasirlangu semoga sukses lebih dari desa yang lain semangat tim entri 💪
ASEP 01 Januari 2026
"terimakasih semangat nya 🙏
Rian Sutarsa (Administrator) 04 Januari 2026
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image